Wah! Kanan juga cerita BEST!!!

<

cakrawala2Wanita yang benar-benar shalihah ibarat seseorang yang tahan memegang bara api yang panas …
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya). Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…

Adalah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Julaibib. Wajahnya sungguh tidak menarik dan miskin pula. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menawarinya menikah. Dia berkata (tidak percaya), “Kalau begitu, Anda menganggapku tidak laku?”
Beliau bersabda, “Tetapi kamu di sisi Allah bukan tidak laku.”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa terus mencari kesempatan untuk menikahkan Julaibib…

Hingga suatu hari, seorang laki-laki dari Anshar datang menawarkan putrinya yang janda kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau nikahi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Ya. Wahai fulan! Aku akan menikahkan putrimu.”
“Ya, dan sungguh itu suatu kenikmatan, wahai Rasulullah,” katanya riang.
Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Sesungguhnya aku tidak menginginkannya untuk diriku…”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.
Beliau menjawab, “Untuk Julaibib…”
Ia terperanjat, “Julaibib, wahai Rasulullah?!! Tunggu dulu ya Rasulullah.. Biarkan aku meminta pendapat ibunya….”

Laki-laki itu pun pulang kepada istrinya seraya berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melamar putrimu.”
Dia menjawab, “Ya, dan itu suatu kenikmatan…”
“Menjadi istri Rasulullah!” tambahnya girang.
Dia berkata lagi, “Sesungguhnya beliau tidak menginginkannya untuk diri beliau.”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.
“Beliau menginginkannya untuk Julaibib,” jawabnya.
Dia berkata, “Aku siap memberikan leherku untuk Julaibib… ! Tidak. Demi Allah! Aku tidak akan menikahkan putriku dengan Julaibib. Padahal, kita telah menolak lamaran si fulan dan si fulan…” katanya lagi.

Sang bapak pun sedih karena hal itu, dan ketika hendak beranjak menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk menyampaikan penolakannya), tiba-tiba putrinya (yang sejak tadi menguping) berteriak memanggil ayahnya dari kamarnya, “Siapa yang melamarkanku kepada kalian?”
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” jawab keduanya.
Dia berkata, “Apakah kalian akan menolak perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
“Bawa aku menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh, beliau tidak akan menyia-nyiakanku,” lanjut sang putri.

Sang bapak pun pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terserah Anda. Nikahkanlah dia dengan Julaibib.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menikahkannya dengan Julaibib, serta mendoakannya,
“Ya Allah! Limpahkan kepada keduanya kebaikan, dan jangan jadikan kehidupan mereka susah.”

Tidak selang beberapa hari pernikahannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk berangkat dalam peperangan (jihad fisabilillah), dan Julaibib ikut serta bersama beliau. Setelah peperangan usai, dan para shahabat mulai saling mencari satu sama lain diantara mayat-mayat yang bergelimpangan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan fulan dan fulan…”
Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan si fulan dan si fulan…”
Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan fulan dan fulan…”
Setelah semuanya selesai mencari, Rasulullah bersabda, “Aku kehilangan Julaibib…”

Mereka pun ramai-ramai mencari dan memeriksanya di antara orang-orang yang terbunuh. Tetapi mereka tidak menemukannya di arena pertempuran. Terakhir, mereka menemukannya di sebuah tempat terpisah yang tidak begitu jauh dari lokasi pertempuran. Mayat Julaibib ditemukan diantara tujuh mayat orang-orang musyrik. Dia telah membunuh mereka, kemudian akhirnya ia terbunuh juga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri memandangi mayatnya, lalu berkata,”Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia dari golonganku dan aku dari golongannya.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membopongnya di atas kedua lengannya dan memerintahkan mereka agar menggali tanah untuk menguburnya.

Anas radhiallahu ‘anhu bertutur kisah tentang peristiwa itu, “Selama kami menggali kubur, tubuh Julaibib radhiallahu ‘anhu tidak memiliki alas kecuali kedua lengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga ia digalikan dan diletakkan di liang lahatnya.”

Anas radhiallahu ‘anhu berkata kemudian, “Demi Allah! Tidak ada di tengah-tengah orang Anshar yang lebih banyak berinfak daripada janda Julaibib (setelah wafatnya Julaibib, jandanya menerima begitu banyak rampasan perang sebagai hadiah penghargaan,). Kemudian, para tokoh pun berlomba melamar janda Julaibib …”

Sungguh ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala,
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itu adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (An-Nur: 52).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda, sebagaimana dalam ash-Shahih, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan itu?” Beliau bersabda, “Barangsiapa taat kepadaku, maka ia masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku berarti ia telah enggan.”

Go to Source
Author: aan

  • Comments Off

cakrawala2Wanita yang benar-benar shalihah ibarat seseorang yang tahan memegang bara api yang panas …
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya). Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…

Adalah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Julaibib. Wajahnya sungguh tidak menarik dan miskin pula. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menawarinya menikah. Dia berkata (tidak percaya), “Kalau begitu, Anda menganggapku tidak laku?”
Beliau bersabda, “Tetapi kamu di sisi Allah bukan tidak laku.”
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa terus mencari kesempatan untuk menikahkan Julaibib…

Hingga suatu hari, seorang laki-laki dari Anshar datang menawarkan putrinya yang janda kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar beliau nikahi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Ya. Wahai fulan! Aku akan menikahkan putrimu.”
“Ya, dan sungguh itu suatu kenikmatan, wahai Rasulullah,” katanya riang.
Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Sesungguhnya aku tidak menginginkannya untuk diriku…”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.
Beliau menjawab, “Untuk Julaibib…”
Ia terperanjat, “Julaibib, wahai Rasulullah?!! Tunggu dulu ya Rasulullah.. Biarkan aku meminta pendapat ibunya….”

Laki-laki itu pun pulang kepada istrinya seraya berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melamar putrimu.”
Dia menjawab, “Ya, dan itu suatu kenikmatan…”
“Menjadi istri Rasulullah!” tambahnya girang.
Dia berkata lagi, “Sesungguhnya beliau tidak menginginkannya untuk diri beliau.”
“Lalu, untuk siapa?” tanyanya.
“Beliau menginginkannya untuk Julaibib,” jawabnya.
Dia berkata, “Aku siap memberikan leherku untuk Julaibib… ! Tidak. Demi Allah! Aku tidak akan menikahkan putriku dengan Julaibib. Padahal, kita telah menolak lamaran si fulan dan si fulan…” katanya lagi.

Sang bapak pun sedih karena hal itu, dan ketika hendak beranjak menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk menyampaikan penolakannya), tiba-tiba putrinya (yang sejak tadi menguping) berteriak memanggil ayahnya dari kamarnya, “Siapa yang melamarkanku kepada kalian?”
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” jawab keduanya.
Dia berkata, “Apakah kalian akan menolak perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
“Bawa aku menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh, beliau tidak akan menyia-nyiakanku,” lanjut sang putri.

Sang bapak pun pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terserah Anda. Nikahkanlah dia dengan Julaibib.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menikahkannya dengan Julaibib, serta mendoakannya,
“Ya Allah! Limpahkan kepada keduanya kebaikan, dan jangan jadikan kehidupan mereka susah.”

Tidak selang beberapa hari pernikahannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk berangkat dalam peperangan (jihad fisabilillah), dan Julaibib ikut serta bersama beliau. Setelah peperangan usai, dan para shahabat mulai saling mencari satu sama lain diantara mayat-mayat yang bergelimpangan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan fulan dan fulan…”
Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan si fulan dan si fulan…”
Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” Mereka menjawab, “Kami kehilangan fulan dan fulan…”
Setelah semuanya selesai mencari, Rasulullah bersabda, “Aku kehilangan Julaibib…”

Mereka pun ramai-ramai mencari dan memeriksanya di antara orang-orang yang terbunuh. Tetapi mereka tidak menemukannya di arena pertempuran. Terakhir, mereka menemukannya di sebuah tempat terpisah yang tidak begitu jauh dari lokasi pertempuran. Mayat Julaibib ditemukan diantara tujuh mayat orang-orang musyrik. Dia telah membunuh mereka, kemudian akhirnya ia terbunuh juga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri memandangi mayatnya, lalu berkata,”Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia dari golonganku dan aku dari golongannya.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membopongnya di atas kedua lengannya dan memerintahkan mereka agar menggali tanah untuk menguburnya.

Anas radhiallahu ‘anhu bertutur kisah tentang peristiwa itu, “Selama kami menggali kubur, tubuh Julaibib radhiallahu ‘anhu tidak memiliki alas kecuali kedua lengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga ia digalikan dan diletakkan di liang lahatnya.”

Anas radhiallahu ‘anhu berkata kemudian, “Demi Allah! Tidak ada di tengah-tengah orang Anshar yang lebih banyak berinfak daripada janda Julaibib (setelah wafatnya Julaibib, jandanya menerima begitu banyak rampasan perang sebagai hadiah penghargaan,). Kemudian, para tokoh pun berlomba melamar janda Julaibib …”

Sungguh ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala,
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itu adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (An-Nur: 52).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda, sebagaimana dalam ash-Shahih, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan itu?” Beliau bersabda, “Barangsiapa taat kepadaku, maka ia masuk surga, dan barangsiapa mendurhakaiku berarti ia telah enggan.”

Go to Source
Author: aan

  • Comments Off

Kalau menurut info, hari ni 13 hari Abby dah kahwin.
16 Julai bermakna Abby dah dah pun menikah. Pada aku, lantak kau lah Abby nak kahwin dengan siapa, pucuk muda ka, pucuk tua ke itu kau punya pasal lebih baik dari kau menjanda ke sana ke mari dikhuatiri menimbulkan fitnah.

Namun abby masih bersikap tipikal seperti penganut pas yang lain. Merasakan merekalah orang yang paling Islam dan merekalah yang 100persen ikut ajaran Islam sedangkan orang lain semua jahil. Kot mana yang terlebihnya Islam si Abby aku sikit pun tak nampak.

Abby juga dilihat cuba menjejaki rayuan YB Hanipa Maidin yang dilihat cuba untuk membela pasangan seks tersebut. Apa yang kau merapu ni Abby, kau jangn kusutkan lagi iklim perkauman di Malaysia dengan kenyataan bodoh kau itu. Sepatutnya kita harus cari jalan bagaimana hendak menjadikan agar Islam lebih dihormati.

Kau juga jangan tunjuk bangsat sangat main tuju kat orang sekali harung sebagaimana Tok Guru hamPas yang dengan mudah fitnah orang Umno tak sembahyang.

Alahai Abby, kau jaga le laki kau elok elok. Jangan esok dia tak tahan dengan mulut busuk kau, lari pulak dia macam Norman Hakim, tak ke haru kau nanti.
Go to Source
Author: {author

  • Comments Off

Kalau menurut info, hari ni 13 hari Abby dah kahwin.
16 Julai bermakna Abby dah dah pun menikah. Pada aku, lantak kau lah Abby nak kahwin dengan siapa, pucuk muda ka, pucuk tua ke itu kau punya pasal lebih baik dari kau menjanda ke sana ke mari dikhuatiri menimbulkan fitnah.

Namun abby masih bersikap tipikal seperti penganut pas yang lain. Merasakan merekalah orang yang paling Islam dan merekalah yang 100persen ikut ajaran Islam sedangkan orang lain semua jahil. Kot mana yang terlebihnya Islam si Abby aku sikit pun tak nampak.

Abby juga dilihat cuba menjejaki rayuan YB Hanipa Maidin yang dilihat cuba untuk membela pasangan seks tersebut. Apa yang kau merapu ni Abby, kau jangn kusutkan lagi iklim perkauman di Malaysia dengan kenyataan bodoh kau itu. Sepatutnya kita harus cari jalan bagaimana hendak menjadikan agar Islam lebih dihormati.

Kau juga jangan tunjuk bangsat sangat main tuju kat orang sekali harung sebagaimana Tok Guru hamPas yang dengan mudah fitnah orang Umno tak sembahyang.

Alahai Abby, kau jaga le laki kau elok elok. Jangan esok dia tak tahan dengan mulut busuk kau, lari pulak dia macam Norman Hakim, tak ke haru kau nanti.
Go to Source
Author: {author

  • Comments Off

Kalau menurut info, hari ni 13 hari Abby dah kahwin.
16 Julai bermakna Abby dah dah pun menikah. Pada aku, lantak kau lah Abby nak kahwin dengan siapa, pucuk muda ka, pucuk tua ke itu kau punya pasal lebih baik dari kau menjanda ke sana ke mari dikhuatiri menimbulkan fitnah.

Namun abby masih bersikap tipikal seperti penganut pas yang lain. Merasakan merekalah orang yang paling Islam dan merekalah yang 100persen ikut ajaran Islam sedangkan orang lain semua jahil. Kot mana yang terlebihnya Islam si Abby aku sikit pun tak nampak.

Abby juga dilihat cuba menjejaki rayuan YB Hanipa Maidin yang dilihat cuba untuk membela pasangan seks tersebut. Apa yang kau merapu ni Abby, kau jangn kusutkan lagi iklim perkauman di Malaysia dengan kenyataan bodoh kau itu. Sepatutnya kita harus cari jalan bagaimana hendak menjadikan agar Islam lebih dihormati.

Kau juga jangan tunjuk bangsat sangat main tuju kat orang sekali harung sebagaimana Tok Guru hamPas yang dengan mudah fitnah orang Umno tak sembahyang.

Alahai Abby, kau jaga le laki kau elok elok. Jangan esok dia tak tahan dengan mulut busuk kau, lari pulak dia macam Norman Hakim, tak ke haru kau nanti.
Go to Source
Author: {author

  • Comments Off

Pada April 1984, majalah Keluarga telah menyiarkan temubual bersama Toh Puan Tengku Puteri Zainah Binti Tengku Eskandar, iaitu isteri (kini bekas isteri) Menteri Besar Pahang ketika itu, Dato’ Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak (kini Perdana Menteri Malaysia). Temubual oleh penulis bernama Hasnifalina itu dilabelkan sebagai “Eksklusif”, mungkin kerana Tengku Puteri Zainah jarang atau pun tidak pernah ditemubual oleh pihak media cetak sebelum itu. Walau bagaimanapun, hasil temubual “eksklusif” itu tidaklah begitu menarik pun melainkan hanya tajuknya (seperti tajuk entri ini) yang boleh dikatakan sedikit mencuit hati.

Tengku Puteri Zainah agak segan untuk bergambar bagi disiarkan dalam majalah. “Badan saya gemuk sikit, tak payahlah ambil gambar“, kata beliau yang ketika itu baru selesai berpantang selepas melahirkan anak ketiga. Apabila ditanya tentang bagaimana beliau menghadapi khabar angin yang biasa melanda kerjaya politik suaminya, Tengku Puteri Zainah menjawab, “Khabar angin memang perkara biasa dalam politik, samalah seperti gossip di kalangan artis. Yang penting kita harus dapat membezakan yang mana satu khabar angin dan yang mana satu khabar betul“.

Tengku Puteri Zainah juga dikatakan bergiat dalam beberapa persatuan wanita atau pertubuhan sukarela yang bertujuan untuk mengeratkan hubungan orang kenamaan (contohnya isteri-isteri wakil rakyat) dengan rakyat biasa. Beliau berpendapat, hubungan erat dengan rakyat adalah perlu kerana “rakyat juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan jatuh bangunnya seseorang menteri itu.

 Isteri Najib (2008)

SEJAK beberapa malam dulu dan kemuncaknya hari ini semua media massa cetak dan eletronik memaparkan kisah hidup dan perjuangan Najib Razak. Perjalanan politik Najib dari awal hingga akhir – sehingga angkat sumpah menjadi PM ke-6 dilakar dan ditulis demikian rupa. Semuanya menggambarkan kehebatan dan keagungan Najib sebagai ‘dewa bangsawan politik.’


Bukan saja karektor Najib sebagai seorang pelajar yang baik, cerdik dan pintar sejak sedari kecil dilukiskan; kegemaran, pakaian, cara pidato dan telatah Najib di meja makan juga turut sama dilukiskan. Pendeknya semua tidak terlepas dari cakupan media massa, masing-masing berlumba untuk menukilkan (glorify) sesuatu yang indah dan menyeronokkan.

Penulis yang mencari makan di hujung pena pula akan mencatat sesuatu yang merujakan rakyat tentang Najib. Mengelak rakyat agar menyokong Najib sepenuhnya sebagai perdana menteri. Manakala ahli politik yang mencari kerusi akan melihat Najib umpama sebutir intan yang bersinar dari semua dimensi dipandangnya.

Semua orang yang hampir dengan Najib diinterviu dan ditanya mengenai masa silam Najib. Mengenai sikap Najib dan falsafah politiknya. Mereka yang berkongsi kereta dengan Najib semasa di London juga turut sama diinterviu dan cerita itu dipaparkan dengan penuh nostalgik bagi menggambarkan kerendahan dan ketawadukan diri Najib.Ibu Najib, Tun Puan Rahah Mohd Noah juga sudah semestinya ditanya mengenai anaknya yang bertuah itu. Maka berceritalah Rahah mengenai masa kecil perdana menteri itu. Bahawa Najib bukan dilahirkan untuk menjadi perdana menteri, namun Rahah terpaksa akur dengan kehendak dan ketentuan Allah s.a.w. Dan jawatan yang dijabat oleh anak sulung itu sangat disyukurinya.

Begitu juga dengan isteri kedua Najib, Rosmah Mansor pun dipotretkan begitu anggun sekali. Sebagai seorang isteri yang bekerja kuat dan pemberi semangat kepada Najib. Seorang isteri yang berpeluh berpela bersama Najib dalam mengapai kerusi penuh berkuasa itu. Bahkan ada yang gatal mulut berkata jika bukan kerana kesungguhan Rosmah, Najib tidak mungkin menjadi perdana menteri!


Ertinya orang yang bekerja kuat untuk meletakkan Najib di kerusi nombor wahid negara ialah Rosmah Mansor? Maka wajarlah kalau Najib menyanyangi Rosmah lebih dari segala-galanya.

Dan saya sebagai penulis yang mengikut perjalanan politik Najib sejak tahun 80-an merasa semacam tidak lengkap apabila media dan orang bercakap mengenai Najib. Persis ada kekosongan telah berlaku dalam autobiografi kehidupan Najib itu, apabila perkara ini dialpakan.

Apakah hakikat ini tidak diketahui oleh pengamal media atau pencatat sejarah politik berusia bawah 30-an ataupun ianya sengaja dilupakan? Kalau wartawan atau penulis muda lupa, apakah wartawan dan penulis veteran juga lupa mengenai hal ini?

Apa yang saya maksudkan itu ialah seorang insan bernama Puteri Zainah binti Iskandar, perempuan pertama yang bersama Najib membina kehidupan. Siapakah Puteri Zainah ini? Dia adalah wanita pertama yang berada di sisi Najib. Wanita pertama yang berada di kiri Najib atas pelamin yang kilau gemilau. Wanita pertama yang menjadi teman tidur Najib yang sah. Wanita pertama yang meyendukkan nasi ke pinggan Najib. Wanita pertama yang mengambil baju dan seluar Najib untuk ke pejabat.

Ke manakah wanita ini sekarang? Apakah ia boleh dilupakan bahawa beliau pernah wujud bersama perdana menteri baru itu? Apakah ianya boleh dilupakan begitu saja? Bolehkan setiap detik sejarah berlalu dihapuskan oleh perasaan kebencian?

Tidak…. wanita ini tidak boleh disunyikan seolah ia tidak pernah hidup bersama Najib. Betapa sejuta kali tidak suka sejarah ini tetap terpahat dalam benak rakyat. Betapa pun ada kuasa yang cuba menafikannya, namun sejarah dan biologi tidak boleh menafikan bahawa darah wanita ini ada dalam tubuh tiga orang anak perdana menteri itu; Mohd Nizar, 32, Puteri Norlisa, 28 dan Mohd Nasifuddin? Bolehkah dunia mengenepikan begitu saja?

Puteri Zainah masih hidup dan masih sihat. Cebisan kenangan indah dan buruk beliau dengan Najib masih terpampar di kepalanya. Dia juga berhak sebenarnya bercakap mengenai Najib. Dia masih waras untuk bercerita segala-gala dari malam pertama sehinggalah kemalam terakhir kehidupan rumah tangganya dengan Najib. Sebelum si janda Rosmah Mansor menjelma dalam lataran hidup Najib, Puteri Zainah atau lebih dikenali dengan Ku Yie inilah yang mengikut Najib ke majlis-majlis kerajaan. Yang menemani Najib menziarahi rakyat di Pekan dan seluruh Pahang semasa Najib menjadi Menteri Besar Pahang dulu. Ku Yielah yang menjadi pujaan dan kesayangan Tun Puan Rahah. Ku Yielah yang lebih dikenali dan dimesrai rakyat Pahang berbanding dengan Rosmah.

Kenapa media melupai Ku Yie ini? Rasanya elok kalau media ikut sama bertandang ke rumah ke Yei Jalan Maktab, off Jalan Gurney, Kuala Lumpur untuk bertanya dan bercerita masa-masa indah bersama bekas suaminya itu yang kini menjadi perdana menteri.

Tinjaulah juga pendapat dan pandangannya. Selaminya juga perasaan hati kecilnya bagaimana setelah lelaki yang pernah hidup bersamanya dulu kini sudah bergelar sebagai perdana menteri. Coretlah juga perasaan gembira Ku Yie atas apa yang berlaku itu. Tidak salah rasanya, bahkan tinjauan itu melengkap dan menyempurnakan lagi autobiografi Najib.

Ku Yie tentu menyimpan sejuta cerita mengenai Najib termasuk cerita-cerita misteri yang terlarang untuk dibukukan. Elok juga kalau dicungkilkan bagaimana rumah tangga mereka yang dibina selama lebih 10 itu tiba-tiba runtuh dan hancur. Sedikit sebanyak dari kisah rumah tangga itu dapat sama-sama kita melihat kelemahan Najib dan juga kemampuannya dalam membina negara dan nusa.

Saya menunggu dengan penuh minat cerita atau komen daripada Ku Yie. Saya mahu tenguk apa yang media tulis dan korek darinya. Sekiranya dalam tempoh beberapa hari ini tidak ada komen dari Ku Yie insyaAllah saya akan cuba membuka semula album kehidupan Ku Yie bersama perdana menteri yang sudah terbungkus dalam sejarah itu yang ada dalam pengetahuan saya.


Dan sejarah itu penting untuk dibaca oleh 27 juta rakyat Malaysia mengenali siapakah sebenarnya perdana menteri mereka dan siapakah juga wanita nombor wahid Malaysia kini. ~ MSO

.
Go to Source
Author: Roslan Alan

  • Comments Off

Pada April 1984, majalah Keluarga telah menyiarkan temubual bersama Toh Puan Tengku Puteri Zainah Binti Tengku Eskandar, iaitu isteri (kini bekas isteri) Menteri Besar Pahang ketika itu, Dato’ Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak (kini Perdana Menteri Malaysia). Temubual oleh penulis bernama Hasnifalina itu dilabelkan sebagai “Eksklusif”, mungkin kerana Tengku Puteri Zainah jarang atau pun tidak pernah ditemubual oleh pihak media cetak sebelum itu. Walau bagaimanapun, hasil temubual “eksklusif” itu tidaklah begitu menarik pun melainkan hanya tajuknya (seperti tajuk entri ini) yang boleh dikatakan sedikit mencuit hati.

Tengku Puteri Zainah agak segan untuk bergambar bagi disiarkan dalam majalah. “Badan saya gemuk sikit, tak payahlah ambil gambar“, kata beliau yang ketika itu baru selesai berpantang selepas melahirkan anak ketiga. Apabila ditanya tentang bagaimana beliau menghadapi khabar angin yang biasa melanda kerjaya politik suaminya, Tengku Puteri Zainah menjawab, “Khabar angin memang perkara biasa dalam politik, samalah seperti gossip di kalangan artis. Yang penting kita harus dapat membezakan yang mana satu khabar angin dan yang mana satu khabar betul“.

Tengku Puteri Zainah juga dikatakan bergiat dalam beberapa persatuan wanita atau pertubuhan sukarela yang bertujuan untuk mengeratkan hubungan orang kenamaan (contohnya isteri-isteri wakil rakyat) dengan rakyat biasa. Beliau berpendapat, hubungan erat dengan rakyat adalah perlu kerana “rakyat juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan jatuh bangunnya seseorang menteri itu.

 Isteri Najib (2008)

SEJAK beberapa malam dulu dan kemuncaknya hari ini semua media massa cetak dan eletronik memaparkan kisah hidup dan perjuangan Najib Razak. Perjalanan politik Najib dari awal hingga akhir – sehingga angkat sumpah menjadi PM ke-6 dilakar dan ditulis demikian rupa. Semuanya menggambarkan kehebatan dan keagungan Najib sebagai ‘dewa bangsawan politik.’


Bukan saja karektor Najib sebagai seorang pelajar yang baik, cerdik dan pintar sejak sedari kecil dilukiskan; kegemaran, pakaian, cara pidato dan telatah Najib di meja makan juga turut sama dilukiskan. Pendeknya semua tidak terlepas dari cakupan media massa, masing-masing berlumba untuk menukilkan (glorify) sesuatu yang indah dan menyeronokkan.

Penulis yang mencari makan di hujung pena pula akan mencatat sesuatu yang merujakan rakyat tentang Najib. Mengelak rakyat agar menyokong Najib sepenuhnya sebagai perdana menteri. Manakala ahli politik yang mencari kerusi akan melihat Najib umpama sebutir intan yang bersinar dari semua dimensi dipandangnya.

Semua orang yang hampir dengan Najib diinterviu dan ditanya mengenai masa silam Najib. Mengenai sikap Najib dan falsafah politiknya. Mereka yang berkongsi kereta dengan Najib semasa di London juga turut sama diinterviu dan cerita itu dipaparkan dengan penuh nostalgik bagi menggambarkan kerendahan dan ketawadukan diri Najib.Ibu Najib, Tun Puan Rahah Mohd Noah juga sudah semestinya ditanya mengenai anaknya yang bertuah itu. Maka berceritalah Rahah mengenai masa kecil perdana menteri itu. Bahawa Najib bukan dilahirkan untuk menjadi perdana menteri, namun Rahah terpaksa akur dengan kehendak dan ketentuan Allah s.a.w. Dan jawatan yang dijabat oleh anak sulung itu sangat disyukurinya.

Begitu juga dengan isteri kedua Najib, Rosmah Mansor pun dipotretkan begitu anggun sekali. Sebagai seorang isteri yang bekerja kuat dan pemberi semangat kepada Najib. Seorang isteri yang berpeluh berpela bersama Najib dalam mengapai kerusi penuh berkuasa itu. Bahkan ada yang gatal mulut berkata jika bukan kerana kesungguhan Rosmah, Najib tidak mungkin menjadi perdana menteri!


Ertinya orang yang bekerja kuat untuk meletakkan Najib di kerusi nombor wahid negara ialah Rosmah Mansor? Maka wajarlah kalau Najib menyanyangi Rosmah lebih dari segala-galanya.

Dan saya sebagai penulis yang mengikut perjalanan politik Najib sejak tahun 80-an merasa semacam tidak lengkap apabila media dan orang bercakap mengenai Najib. Persis ada kekosongan telah berlaku dalam autobiografi kehidupan Najib itu, apabila perkara ini dialpakan.

Apakah hakikat ini tidak diketahui oleh pengamal media atau pencatat sejarah politik berusia bawah 30-an ataupun ianya sengaja dilupakan? Kalau wartawan atau penulis muda lupa, apakah wartawan dan penulis veteran juga lupa mengenai hal ini?

Apa yang saya maksudkan itu ialah seorang insan bernama Puteri Zainah binti Iskandar, perempuan pertama yang bersama Najib membina kehidupan. Siapakah Puteri Zainah ini? Dia adalah wanita pertama yang berada di sisi Najib. Wanita pertama yang berada di kiri Najib atas pelamin yang kilau gemilau. Wanita pertama yang menjadi teman tidur Najib yang sah. Wanita pertama yang meyendukkan nasi ke pinggan Najib. Wanita pertama yang mengambil baju dan seluar Najib untuk ke pejabat.

Ke manakah wanita ini sekarang? Apakah ia boleh dilupakan bahawa beliau pernah wujud bersama perdana menteri baru itu? Apakah ianya boleh dilupakan begitu saja? Bolehkan setiap detik sejarah berlalu dihapuskan oleh perasaan kebencian?

Tidak…. wanita ini tidak boleh disunyikan seolah ia tidak pernah hidup bersama Najib. Betapa sejuta kali tidak suka sejarah ini tetap terpahat dalam benak rakyat. Betapa pun ada kuasa yang cuba menafikannya, namun sejarah dan biologi tidak boleh menafikan bahawa darah wanita ini ada dalam tubuh tiga orang anak perdana menteri itu; Mohd Nizar, 32, Puteri Norlisa, 28 dan Mohd Nasifuddin? Bolehkah dunia mengenepikan begitu saja?

Puteri Zainah masih hidup dan masih sihat. Cebisan kenangan indah dan buruk beliau dengan Najib masih terpampar di kepalanya. Dia juga berhak sebenarnya bercakap mengenai Najib. Dia masih waras untuk bercerita segala-gala dari malam pertama sehinggalah kemalam terakhir kehidupan rumah tangganya dengan Najib. Sebelum si janda Rosmah Mansor menjelma dalam lataran hidup Najib, Puteri Zainah atau lebih dikenali dengan Ku Yie inilah yang mengikut Najib ke majlis-majlis kerajaan. Yang menemani Najib menziarahi rakyat di Pekan dan seluruh Pahang semasa Najib menjadi Menteri Besar Pahang dulu. Ku Yielah yang menjadi pujaan dan kesayangan Tun Puan Rahah. Ku Yielah yang lebih dikenali dan dimesrai rakyat Pahang berbanding dengan Rosmah.

Kenapa media melupai Ku Yie ini? Rasanya elok kalau media ikut sama bertandang ke rumah ke Yei Jalan Maktab, off Jalan Gurney, Kuala Lumpur untuk bertanya dan bercerita masa-masa indah bersama bekas suaminya itu yang kini menjadi perdana menteri.

Tinjaulah juga pendapat dan pandangannya. Selaminya juga perasaan hati kecilnya bagaimana setelah lelaki yang pernah hidup bersamanya dulu kini sudah bergelar sebagai perdana menteri. Coretlah juga perasaan gembira Ku Yie atas apa yang berlaku itu. Tidak salah rasanya, bahkan tinjauan itu melengkap dan menyempurnakan lagi autobiografi Najib.

Ku Yie tentu menyimpan sejuta cerita mengenai Najib termasuk cerita-cerita misteri yang terlarang untuk dibukukan. Elok juga kalau dicungkilkan bagaimana rumah tangga mereka yang dibina selama lebih 10 itu tiba-tiba runtuh dan hancur. Sedikit sebanyak dari kisah rumah tangga itu dapat sama-sama kita melihat kelemahan Najib dan juga kemampuannya dalam membina negara dan nusa.

Saya menunggu dengan penuh minat cerita atau komen daripada Ku Yie. Saya mahu tenguk apa yang media tulis dan korek darinya. Sekiranya dalam tempoh beberapa hari ini tidak ada komen dari Ku Yie insyaAllah saya akan cuba membuka semula album kehidupan Ku Yie bersama perdana menteri yang sudah terbungkus dalam sejarah itu yang ada dalam pengetahuan saya.


Dan sejarah itu penting untuk dibaca oleh 27 juta rakyat Malaysia mengenali siapakah sebenarnya perdana menteri mereka dan siapakah juga wanita nombor wahid Malaysia kini. ~ MSO

.
Go to Source
Author: Roslan Alan

  • Comments Off

Laman Blog ini:

Perkongsian bahan PENGALAMAN , MOTIVASI DAN CARA HIDUP dari sumber-sumber web lain.

  • zacky: call me [...]
  • Rico: My site is all about budget travel: tips, news and articles. I hope you like it as much as I liked [...]
  • GenjikOndUrO: CeLaka ZeOnis !! Hmm . . X berhati perUt lngsng ! [...]
  • tufail b mohd nasir: Hantaran tok owng negeri sembilan berape ek lau adew kwn2 ley bg thu ktew nk minx tlg nie [...]
  • sumathy: i rasa takut cabut gigi,i have masalah gigi rosak.i rasa macam fobia if nak cabut gigi [...]

Mesti lihat (tekan je gambar) !

.
.
.

.
.


Gambar caicng babi macam muka babi
.

Rumah berbentuk mangkuk tandas
.

Sawah padi sangat unik
.

Kereta dan motorsikal dalam 1
.

Jepun obses seks
.

Lama tapi moden
.

Sebab lelaki berbohong adalah?
.

Pages


.
.
.

like ?



Tekan gambar !

Promosi

.

.

.
.
.
<


..

.

<